PERAHU KERTAS
Para agen Neptunus telah bersiap-siap saat radar menangkap sinyal;
film "Perahu Kertas" akan meluncur. Dan mereka menantikan kisah
perjalanan rekan mereka, Kugy si agen Neptunus.
Pembaca "Perahu
Kertas" pun lantas bertanya-tanya, jatuh kepada siapa peran Kugy dan
Keenan dalam novel yang ditulis Dewi Lestari atau Dee tahun 1996 itu.
Nama
dua artis muda yang pernah beradu akting dalam film "Malaikat Tanpa
Sayap", Maudy Ayunda dan Adipati Dolken, kemudian muncul.
Tapi
penyuka "Perahu Kertas" masih harap-harap cemas, apakah film itu mampu
mewujudkan khayalan mereka saat membaca novel meski penggarapnya, Hanung
Bramantyo, adalah sutradara film-film laris seperti "Jomblo",
"Perempuan Berkalung Sorban" dan "Ayat-Ayat Cinta."
Sang
pengarang tampaknya ingin mewujudkan harapan penyuka novelnya. Dia turun
tangan langsung, menulis sendiri skenario untuk film itu.
Hanung
yang sudah beberapa kali menggarap film dari novel dan merasakan
bagaimana filmnya selalu dibandingkan dengan kisah dalam novel asli
lantas memberikan ruang luas bagi Dee untuk menuangkan kreativitasnya.
Dia menyebut diri sebagai medium bagi Dee dan menyimpan sebagian egonya sebagai sutradara.
Hasilnya: sebuah film dengan sinematografi indah yang mengalir bersama dialog yang mampu melarutkan penonton.
Kemampuan
Maudy dan Adipati yang semula dianggap terlalu manis untuk memerankan
karakter Kugy yang eksentrik dan berantakan serta Keenan yang dingin dan
tertutup pun di luar dugaan.
Maudy membuktikan dirinya pantas
memerankan sosok Kugy, menghidupkan karakter itu dengan cara dia.
Adipati juga terlihat mendalami perannya, menampilkan sosok Keenan
secara natural.
Walau porsi perannya tidak banyak, penampilan
aktor Reza Rahadian sebagai bos perusahaan iklan yang manis dalam film
itu juga berhasil mencuri perhatian penonton.
Pemeran Fauzan
Smith yang sepanjang film mengocok perut penonton dengan lontaran
kata-kata dalam bahasa Betawi "medok" juga tampil mengesankan.
Dalam
film yang mulai diputar di bioskop tanggal 16 Agustus 2012 itu, semua
pemain tampaknya berusaha membawakan peran mereka dengan baik untuk
menghidupkan cerita.
Penampilan mereka sekaligus menunjukkan kepekaan Zaskia Adya Mecca dalam memilih pemeran untuk menyajikan dunia "Perahu Kertas."
Takdir bicara
Seperti
novelnya yang setebal 400-an halaman, film yang antara lain berlatar
lagu-lagu ciptaan Dee, Daniel Hartono/Andi Rianto, The Triangle dan
Adrian Martadinata itu bercerita tentang Kugy (Maudy).
Kugy memulai hidup barunya sebagai mahasiswa di Bandung, jauh dari keluarga dan kekasihnya di Jakarta, dengan kalimat:
"Hai Neptunus, apakabar di laut biru? Perahu kertas yang kali ini akan membawakanmu kisah tentang perjalanan hatiku..."
"...dari bandung perahu kertas ku nanti akan meluncur...," ucapnya.
Kugy
yang menggilai dongeng punya gaya eksentrik, tingkahnya juga unik. Ia
selalu menyebut diri sebagai agen Neptunus dan sering menaruh kedua
jarinya di kepala, memasang antena untuk menangkap "radar Neptunus".
"Radar Neptunus" pula yang mempertemukan dia dengan Keenan (Adipati) di stasiun kereta Bandung.
Keenan
yang baru lulus dari sebuah sekolah menengah di Amsterdam, Belanda,
tidak punya cita-cita lain selain melukis. Tapi dia harus mengabaikan
cita-citanya karena sang ayah memaksa dia belajar ekonomi.
Bersama
dengan sahabat Kugy, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni yang
bernama Eko (Fauzan Smith), yang juga sepupu Keenan, mereka berempat
membentuk geng yang kompak, pura-pura ninja.
"Kamu kayaknya cocok jadi agen Neptunus," kata Kugy kepada Keenan.
Kecocokan
antara Kugy dan Keenan tak terhindarkan. Keenan tidak melihat Kugy
aneh, dia justru larut dalam dunia dongeng Kugy dan menuangkan
dongeng-dongeng Kugy ke dalam lukisan.
Kugy dan Keenan diam-diam
saling jatuh cinta namun tak bisa saling mengutarakan perasaan. Mereka
akhirnya menempuh jalan sendiri-sendiri, lalu saling menjauh karena
tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Geng yang semula kompak
kemudian terpecah. Kugy tenggelam dengan kegiatannya sebagai guru di
Sakola Alit. Sedang Keenan nekat meninggalkan rumah untuk kembali meraih
cita-cita menjadi pelukis.
Keenan memutuskan pergi ke rumah
sekaligus galeri Pak Wayan (Tyo Pakusadewo) di Bali dan menemukan
kembali semangatnya untuk melukis karena dorongan Luhde (Elyzia
Mulachela), keponakan Pak Wayan.
Kugy juga mulai berkarir di biro iklan "AdVocaDo" dan akhirnya menjalin kasih dengan bosnya, Remi (Reza Rahadian).
Meski terpisah keduanya berharap suatu saat takdir mempertemukan mereka kembali.
"Hai
'Nus, manusia satu itu muncul lagi. Apakabar ya dia? Tunggu perahu
kertasku ya.. cerita ini belum usai...," demikian tulisan Kugy.
Perahu kertas Kugy belum berhenti berlayar dan dia percaya, sebagaimana semua aliran... suatu saat dia akan ke laut.